| Refleksi |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
|
Seorang Anak Bermimpi tentang Hujan Seorang anak bermimpi tentang hujan. Hujan begitu deras dan seluruh kampungnya menjadi akuarium, dimana ia tiba-tiba bermain dengan ikan warna-warni. Esok paginya ia melukiskan mimpi itu pada kertas di sekolahnya, tapi gurunya pusing. “Apa apaan ini yang kau gambar?” Sejenak Mengambil Jarak dari Aktivitas Kita Pernakah anda lupa dengan kata tertentu kemudian anda berusaha keras mengingat-ingat kata itu. Tapi semakin diingat malah semakin lupa. Juga pernakah anda lupa menaruh kunci motor. Setelah lama tidak berhasil diingat, baru ketika anda bangun tidur atau ketika sholat anda berhasil mengingatnya. Ingatan manusia menjadi tajam ketika kita mampu untuk berkonsentrasi dalam satu ketenangan. Manusia hidup dalam sebuah kehidupan yang keras. Kerasnya hidup ini memacu manusia untuk berusaha memaksimalkan kemampuan psikhis dan fisik yang telah dimilikinya. Saat itu semua potensi yang kita miliki, digenjot dan dipaksa untuk bekerja keras. Potensi-potensi ini jika bekerja terlalu berat dan dipaksakan untuk tetap bekerja akan menyebabkan kinerja yang dilakukan menjadi tidak maksimal. Manusia tak bisa lepas dari kecenderungan-kecenderungan dirinya tatkala menguraikan sebuah ide dan gagasan. Kecenderungan itu adalah ciri kemakhlukan manusia sehingga ia akan merasakan kebebasan untuk jalan baik ataukah buruk. Bentuk lain dari kecenderungan tersebut antara lain berupa watak, karakter, serta pengaruh pemikiran-pemikiran yang mengendap pada pandangan hidupnya, pengalaman fisik-batinnya, falsafah yang dianut dan potensi kecenderungan lainnya. |


